Selasa, 01 Agustus 2017

Presentasi Rangka Manusia

Siswa kelas 5 tampil ke depan menyebutkan nama-nama rangka tulang manusia. Rasa percaya diri akan semakin tumbuh dengan sering tampil ke depan.





Kamis, 17 November 2016

Parents Day Kelas 5 dengan Tema: Sehat Itu Penting


Pagi ini di depan perpustakaan SD PLTU Suralaya Wukir Retawu ada suasana yang berbeda. Tempat yang biasanya menjadi area parkir kendaraan bermotor, kini tersusun deretan meja, kursi dan poster-poster karya anak. Ya, hari ini, Rabu, tanggal 17 November 2016, kelas 5 mengadakan acara Parents Day, yaitu acara bersama orang tua, dengan menghadirkan narasumber seorang dokter (Dokter Tedi) dan ibu bidan (Ibu Setiawati) untuk memberikan seminar kecil tentang kesehatan.

Awal kegiatan adalah pameran, di mana anak-anak mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 berbaris dan menyaksikan hasil karya berupa poster-poster tentang kesehatan. Poster dijejerkan rapih di atas meja, dan beberapa ada di pagar dan pohon. Beberapa anak juga mendengarkan beberapa tips-tips kesehatan dari siswa kelas 5. Disedikan juga minuman fermentasi, permen, serta juice buah dan wedang jahe dan wedang sere.


Di saat siswa kelas 4 mengunjungi pameran, diadakan acara demo membuat jus mangga oleh 4 orang anak kelas 5 (Marsha, Fadia, Ayesha dan Salwa). Beberapa pertanyaan diberikan, dan bagi yang berhasil menjawab dapat mencicipi segelas jus mangga...hmmmm segaarr. Giliran kelas 6 yang mengunjungi pameran, diadakan demo membuat minuman jamu wedang jahe yang dilakukan oleh 3 orang siswa (Abid, Ale, dan Galuh), mulai dari merebus air, memasukkan jahe dan gula merah. Beberapa pertanyaan juga diberikan, dan bagi anak yang mampu menjawabnya mendapatkan hadiah.


Selesai acara pameran, dilanjutkan ibu bidan yang memberikan penyuluhan tentang kesehatan, dilanjutkan oleh Bapak dokter Tedi. Anak-anak bersama orang tua (mayoritas ibu-ibu) ikut duduk dan menyimak. Acara juga diselingi dengan pembacaan beberapa surat yang telah ditulis anak kepada orang tuanya (Bapak Marsha, Mamah Dewi, Mamah Hendri, Mamah Odi).

Beberapa point yang disampaikan oleh Dokter Tedi adalah:

1. Pentingnya memilih jajanan yang sehat, menghindari bahan pengawet dan penyedap kimia.
2. Pentingnya menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur, serta paham cara menggosok gigi yang benar.
3. dsb...

Selesai dokter memberikan penyuluhan, dilanjutkan acara tanya jawab. Beberapa anak mengajukan pertanyaan kepada Om Dokter. Terakhir adalah Ibu ketua komite (Ibu Yudi) memberikan materi tentang berbagai macam tanaman apotek hidup dan manfaatnya. 

Tanya jawab berlangsung cukup ramai, anak-anak bersemangat hingga banyak yang maju ke depan. Hal ini karena setiap pertanyaan yang benar akan mendapatkan hadiah sebuah alat tulis.



Semoga acara ini dapat bermanfaat terutama bagi anak-anak agar mau menerapkan bagaimana menjaga kesehatan dalam keseharian. Juga dapat mempererat hubungan antara anak dan orang tua. Dapat bersinergi antara guru dan orang tua dalam mendidik siswa dan siswi di SD PLTU Suralaya Wukir Retawu.








Rabu, 16 November 2016

Menanam dengan Teknik Hidroponik


Pada tanggal 16 November 2016, Rabu pagi pada kegiatan Pramuka, siswa-siswi SD PLTU Suralaya Wukir Retawu dibimbing oleh Bapak Rahmat Hidayat untuk menanam secara Hidroponik (menggunakan media air bekas AC). Ternyata air bekas AC ini mengandung zat dan mineral yang cukup baik bagi tumbuhnya tanaman. 

Bahan-bahan yang digunakan adalah:
1. Baskom kecil.
2. Bekas besek (wadah plastik berpori-pori).
3. Bekas plastik gelas air mineral yang dilubangi bagian bawahnya.
4. Bibit tanaman.
5. Gunting atau pisau.
6. Air bekas AC.

Anak-anak dengan penuh semangat mencari gelas bekas air mineral, dan tidak sulit mencarinya karena disekolah sudah menyediakan tempat khusus untuk menyimpan sampah bekas botol atau gelas plastik air mineral. Kemudian anak-anak melubangi bagian bawah gelas plastik dengan gunting atau pisau dibantu bapak dan ibu guru. Kemudian meletakkannya dalam besek yang kemudian dimasukkan dalam baskom kecil. Kemudian berbaris rapih di belakang perpustakaan untuk mengisi baskom tersebut dengan air AC yang sudah dipersiapkan ( sengaja dalam beberapa hari ditampung dari tetesan AC). 





Bibit tanaman kemudian diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari, dan diharapkan dapat menjaga dan merawatnya hingga tumbuh.




Bimtek Peningkatan Kapasitas Sekolah Adiwiyata


Pada tanggal 7 s/d 9 November 2016, SD PLTU Suralaya mengikuti Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Sekolah Adiwiyata di Hotel Paragonbiz, Binong, Curug, Kota Tangerang. Sekolah mengirimkan dua orang guru (Bpk. Martha Yoga dan Ibu Nia) untuk mengikuti kegiatan tsb. Kegiatan ini dalam rangka mempersiapkan sekolah Adiwiyata tingkat propinsi untuk menuju Nasional.

Adiwiyata adalah program untuk mempersiapkan sekolah yang memiliki budaya cinta lingkungan, memahami tentang masalah-masalah perubahan lingkungan seperti pemanasan global, penyebab dan akibatnya, serta cara mengurangi dan mengubah dampak negatifnya menjadi positif. Diharapkan dengan program ini, dimulai dari tingkat Sekolah Dasar, tertanam dalam diri anak-anak menjadi pribadi yang bersikap dan berbudaya baik dalam menjaga lingkungan hidup dan kelestarian alam.

Beberapa pembiasaan sikap dan budaya cinta lingkungan bagi anak-anak dan warga sekolah yang dapat dilakukan dalam keseharian adalah:

1. Memisahkan sampah organik (yang dapat membusuk) dan sampah non organik (yang sulit membusuk), serta sampah B3 (Bahan Beracun Berbahaya).
2. Mematikan peralatan listrik (AC, kipas angin, lampu, komputer, dll) jika sudah tidak digunakan.
3. Menampung kembali air bekas wudhu dan cuci tangan untuk menyiram tanaman (IPAL)
4. Menanam dan merawat apotek hidup.
5. Menanam dan merawat tanaman secara hidroponik.
6. Membawa botol air minum dari rumah yang dapat diisi kembali, untuk mengurangi penggunaan botol air mineral.
7. Memanfaatkan keras bekas untuk menjadi karya seni dengan membuatnya menjadi bubur kertas, atau memanfaatkan kembali kertas bekas untuk keperluan belajar.
8. Membuat hasil karya dari sampah organik (bekas botol, kaleng, kardus, dll.) untuk mengurangi sampah.
9. Membuat slogan-slogan atau karya tulis tentang cinta lingkungan.
10. Menanam dan merawat pohon peneduh.
11. Menyediakan makanan sehat dan bergizi, bebas bahan pengawet dan penyedap yang berbahaya di kantin.
11. Membuat biopori dan merawatnya.
12. Ikut kegiatan Car Free day, atau aksi menanam pohon.
13. dll...

Hal-hal di atas adalah sesuatu yang sederhana, namun jika setiap orang melaksanakannya tentu akan membuat bumi menjadi tempat yang bersih, sehat, sejuk dan nyaman untuk tempat tinggal manusia. Mudah-mudahan menjadi sikap dan budaya yang tertanam pada diri anak-anak sejak kecil dan akan menular kepada lingkungan sekitarnya.

Rabu, 07 September 2016

Tim SD PLTU Suralaya Wukir Retawu bersiap mengikuti lomba dan pameran Adiwiyata di Pemda Cilegon. Selamat berjuang..semoga sukses!


video





Senin, 09 Mei 2016

Outing Class V

Outing Class V ke Museum Fatahillah, Monumen Pancasila Sakti dan Taman Burung (TMII)

Tepat tanggal 27 April 2016, kami siswa-siswi kelas V SD PLTU Suralaya “Wukir Retawu” outing class dalam rangka pembelajaran secara langsung. Anak-anak tampak antusias dalam mempelajari benda-benda peninggalan bersejarah yang ada di museum Fatahillah. Tujuan pembelajaran ini adalah agar anak-anak mengetahui benda-benda peninggalan bersejarah dan bagaimana cara merawat benda-benda peninggalan bersejarah.




Anak-anak mempelajari sejarah perjuangan Sultan Agung Hanyokrokusumo melalui lukisan yang terdapat di museum Fatahillah. Anak-anak dijelaskan oleh Guide dari museum Fatahillah. Di sini semua siswa mempelajari bagaimana perjuangan masyarakat pada masa pimpinan Sultan Agung.

Masih di sekitar museum Fatahillah, anak-anak menuju halaman depan dan di sana anak-anak mempelajari penggunaan magnet pada sepeda onthel. Mereka asyik memperhatikan cara kerja dinamo pada sepeda sambil mereka berkeliling mengayuh sepeda onthel-nya.


Tibalah di Museum Pancasila Sakti, semua siswa mempelajari kegigihan dan keberanian para pahlawan revolusi dalam melawan PKI (Partai Komunis Indonesia). Di sana anak-anak melihat film dokumenter, dan patung replika ketika para pahlawan revolusi disiksa oleh PKI, yang mana mereka setelah disiksa, diseret ke lubang buaya. Disana di buat relief yang menceritakan kisah perjuangan para pahlawan revolusi.

Replika patung di ruang penyiksaan

Patung pahlawan revolusi

Relief kisah G30S/PKI

 
Lubang Buaya
Rute perjalanan terakhir kami yakni menuju Taman Burung yang ada di TMII, seluruh siswa mempelajari berbagai jenis ekosistem yang ada di Taman burung. Dimana semua siswa dapat mengidentifikasi hewan-hewan langka yang ada di Indonesia. Siswa pun dapat membedakan mana individu, populasi, komunitas maupun ekosistem .


Outing class ini memberikan pengalaman yang tak akan terlupakan oleh semua siswa kelas V karena mereka mempelajari secara langsung. 

Created by : Tiyas